Atas Aksi Gilanya, Gelandang Ini Membuat Cemas Banyak Orang

Gelandang yang berasal dari Belgia kala itu sempat bermain pada Serie A, gelandang tersebut bernama Anthony Vanden Borre, membuat gempar pada saat dirinya tengah berada di Bandara Brussels minggu kemarin. Akan tetapi, perbuatannya tersebut betul-betul tak dapat diterima sebab menjadikan semua orang merasa cemas.

Dari hasil yang disampaikan Het Laatste Nieuws,kisah tersebut berawal pada waktu Vanden Borre telat tiba dibandara untuk perjalanan pada malam hari yakni menuju Crete. Dirinya sering kali disampaikan apabila sudah tak dapat melakukan pendaftaran ulang dan mau tak mau dirinya harus tertinggal pesawat.

Kejadian tersebut ternyata memjadikan gelandang yang kini berrusia 28 tahun itu marah. Tak sungkan dirinya secara langsuk mentriaki ‘bom’ yang kala itu dirinya berada di tengah bandara.

Tiba-tiba aksinya tersebut menjadikan banyak yang berada di area sekitar merasa cemas sebab  mengira tentu terdapat bom. Ditambah lagi rumor mengenai keamanan tentu sangat rawan di Eropa untuk sekarang ini sebab tak sedikit aksi intimidasi yang dihembuskan dari sejumlah pihak tak mau tahu.

Ditambah lagi ketika awal musim, lokasi Bandara Brussel juga sempat terkena aksi kejahatan dengan adanya bom bunuh diri yang kala itu banyaknya korban jiwa yang berjatuhan.

Eks gelandang  Fiorentina dan Genoa tersebut secara sigap diseret pihak setempat atas ulahnya tersebut. Walau pernah marah-marah dan mengatakan hal omong kosong  bahwa ia sanggup membeli pesawat sendiri, dan pada akhirannya dirinya bersedia untuk meminta maaf.

Dikabarkan, untuk sangsi atas aksi gilanya tersebut, Vanden Borre tak diperkenankan untuk mengikuti penerbangan selanjutnya oleh pihak maskapai penerbangan yang awalnya mau digunakannya.

Kala itu Vanden Borre sempat memperkuat Fiorentina yakni pada tahun 2007. Satu tahun berlangsung dirinya bermain membela Genoa hingga tahun 2010. Disebut-sebut selaku gelandang yang berpotensi, namun karirnya pada Serie A sirna. Saat ini dirinya kembali menuju klub sebelumnya, yakni Anderlecht.