‘Kegagalan Membuat Lionel Messi Bersedih’

Apa yang menjadi kecemasan dari banyak orang di Argentina kini kembali terjadi. Gelandang terbaik di dunia 5 kali , La Pulga sampai dengan saat ini belum memberi title untuk negaranya.

Pada babak final ajang Copa America Centenario tahun 2016 ini, La Pulga sampai-sampai tak berhasil dalam memasukkan gol ketika adu penalti kontra Chile, hari Senin, tanggal 27 juni 2016, pagi WIB. Aksi dari tendangannya mejurus dengan melewati tiang gawang. skuat yang dirinya pimpin juga menelan kekalahan dengan perolehan skor 2-4, usai tampil imbang yakni 0-0 sejauh 2 jam pertandingan.

Hal tersebut tandanya La Pulga-yakni julukkan untuk Lione Messi yang tak berhasil menghantarkan Argentina selaku juara pada ajang internasional pada 4 peluang final yang dirinya mainkan. Saat sebelumnya dirinya sempat bermain oada pertandingan tertinggi Copa America tahun 2007 dan tahun 2015, serta pula pada ajang Piala Dunia tahun 2014 lalu.

Ada cukup banyak argumen apabila sudah berakhirnya laga final hari ini Messi tidak kuasa dalam membendung air matanya.

Sudah pasti kekalahan Argentina pada ajang Copa 2016 tidak hanya sekedar ketidak berhasilan Lionel Messi. Akan tetapi, terima tak terima mesti diakui bahwasannya gelandang yang kini berusia 29 tahun tersebut merupakan “lambang” atas Albiceleste, yakni sebagai pengharapan untuk Argentina menyudahi puasa titlenya sedari tahun 1993.

“Lionel Messi tidak akan sama dengan Diego Maradona hingga dirinya memberikan trofi (Piala Dunia) bagi negaranya,” begitulan sebuah “sanksi tidak tertulis” pada masyarakan yakni sebagian dari warga Argentina.

Maka pada 2 hari yang lalu, tepatnya sebelum babak final, Maradona sempat Memberi “ancaman” kepada skuatnya jika tak berhasil menundukkan Chile dan merebut trofi edisi 10 tahun kompetisi Copa America tersebut.

“Sudah pasti, saya fikir mereka bakal juara. Namun apabila tidak, jangan kembali ke sini,” ucap sang maestro.

Tidak dapat dibayangkan apa yang kini tengah dirasakan Lionel Messi sekarang ini.