Kekesalan Dwight Yorke pada Aturan Presiden AS

Kekesalan disampaikan oleh penyerang legendaris Setan Merah(Manchester United), yakni Dwight Yorke, kepada Donald Trump yang merupakan Presiden AS (Amerika Serikat). Tersebut dikarenakan peraturan terkait imigrasi sang presiden.

Kekecewaan Yorke timbul oleh adanya suatu peristiwa yang berlangsung ketika dirinya pergi dari Qatar ke kediamannya yang berada di Kepulauan Karibia, pada hari Jumat, tanggal18 Februari 2017. Pada saat mendarat di AS, lelaki yang berusia 45 tahun tersebut tak diperbolehkan masuk dikarenakan ada cap Iran pada paspornya.

Beberapa waktu yang lalu, Trump sudah membuat aturan terkait imigrasi yang tak diperbolehkan masuknya warga yang berasa dari 7 negara. Iran adalah 1 dari 7 negara itu.

Yorke memang sebelumnya sempat datang menuju Iran pada tahun 2015 silam. Pada saat itu, dirinya ikut serta dalam pertandingan amal yang bertemakan ‘World Stars’.

“Saya sudah memegang tiket dan tinggal naik kedalam pesawat. Dengan sigap datang 2 orang petugas,” ucap sang eks penyerang Tim nasional Tobago dan Trinidad mengisahkan kejadian tersebut.

“Mereka berucap bahwasannya adanya persoalan visa Cuma gara-gara adanya cap Iran pada paspor saya. Kala itu saya pergi menuju Iran untuk laga amal dan kala itu pun tak sampai bermalam di sana,” ujar Yorke.

Peristiwa itu menjadikan Yorke geram. Cuma masalah cap Iran, dia menjadi repot.

“Saya tidak mempercayai dengan apa yang sudah terjadi. Saya telah berluang kali menuju Amerika Serikat, cinta pada negara tersebut, hingga akhirnya diperlakukan semacam penjahat,” ucap lelaki yang merengkuh 1 Liga Champions dan 3 trofi Premier League bagi Manchester United tersebut.

Yorke pribadi adalah duta The Red Devils(MU). Tidak ayal apabila dirinya sering bepergian menuju sejumlah negara.