Keputus Asaan Soton Gagal Setelah Terlebih Dahulu

Awalan yang baik saat bertanding kontra Tottenham Hotspur(selaku skuad tamu) tak berhasil mendapat poin yang maksimal bagi Southampton. Spurs anggap efektif memaksimalkan peluang.

Soton gagal atas skor 1-4 ketika bertanding kontra Spurs yang dilangsungkan di St Mary’s Stadium, hari Kamis, tanggal 29 Desember 2016 dinihari WIB. Skuat tuan rumah memeng memperoleh awalan yang baik ketika menang pada menit kedua melalui aksi dari Virgil van Dijk.

Namun selanjutnya mereka kebobolan pada menit 19 dari aksi Dele Alli, dengan begitu fase pertama usai dengan imbang. Soton sampai-sampai berbalik ketinggak pada menit 52 setelah dibobol oleh Harry Kane.

Pertandingan kian sulit bagi anak didik Claude Puel usia Nathan Redmond mendapati kartu merah 5 menit usai gol Kane. Usai itu Tottenham Hotspur dapat lebih tenang mengawasi lalu memasukkan 2 gol lagi melalui aksiSon Heung-Min dan Dele Alli pada menit ke delapan lima dan delapan puluh tujuh.

Pesepak bola Soton James Ward-Prowse menyayangkan ketidak berhasilan menjaga kemenangan cepat. Pada sisi yang lain dirinya pun akui bahwa metode permainan yang menekan yang dibuat itu sudah untuk dipertahankan sebab membuang tenaga, ditambah lagi kiat sulit dengan sepuluh pesepak bola.

“Sudah pasti membuat keputus asaan kalah usai menghasilkan awalan sebaik itu. Masa jeda sepuluh hari amat menguntungkan kami dan kami dapat mengambil yang sisi baik dari awalan kami,” ucapnya disampaikan oleh salah satu media.

“Kami mendapati mereka pada penkananan namun tak dapat mempertahankan hal tersebut. Gaya kami dalam menekan tak mudah dipertahankan selama laga.”

“Anda mau memperoleh gol ke-2 atau ke-3 untuk mengunci pertandingan. Sampai sampai ketika tampil dengan sepuluh orang kami rasa dapat saja bangkit. Namun mereka efektif dengan kans-kans mereka,” tambah pesepak bola yang berusia 22 tahun itu.