“Kegagalan Sunderland Berasal dari Diva Pop Amerika”

Selaku bos pada  klub Sunderland, bernama David Moyes mempersalahkan diva ternama yakni Beyonce atas kekalahan skuatnya pada beberapa minggu pertama Liga Inggris tahun 2016-2017 ini. Sang diva asal Amerika Serikat ini menjadikan Sunderland kehilangan posisi dalam mengikuti sesi di markas sendiri.

Karcis konser Beyonce yang dilangsungkan di Stadium of Light–Sunderland padatanggal 28/7/2016 musim panas yang lalu sudah ludes terjual. Hal ini menjadikan Moyes dan sederet anak didiknya berpindah lokasi untuk melakoni kegiatan latihan pra-musim.

Di luar dari sisa kemeriahan konser Beyonce, mereka pun mesti menjalani pertandingan tandang pada minggu ke 1 laga kontra klub Manchester City, pada tanggal 13/8/2016 lalu. Hasil yang jelak didperoleh The Black Cats pada waktu itu. Mereka diharuskan menelan kegagalan atas skor 1-2 dari ManCity dan dengan begitu sekarang Sunderland belum sekalipun juara.

Moyes berasa catatan membahayakan skuatnya mungkin didikarenakan oleh sebab markas mereka sebagai tempat yang sering diadakan venue konser, seperti One Direction, boyband Take That, sampai dengan penyanyi seksi Rihanna sedari tahun 2009. Dampaknya, Sunderland sekali pun tidak menggunakan lapangan Stadium of Light sejauh pra-musim.

Tentu, hal itu adalah keinginan dari pihak manajemen klub pribadi. Dari 6 tahun belakangan, klub ini sudah 5 kali mengawali kampanye Liga Premier yang bertempat di markas lawan. Hal tersebut dengan tujuan supaya menghadirkan lebih banyak waktu dalam mempersiapkan lapangan.

“Saya fikir bila kami melangsungkan 3 atau 4 pertandingan pertama di markas, tentu paling tidaknya kami menjuarai salah satunya. Saya tak bisa memberi bikti (bakal juara), namun hal tersebut pikiran saya,” ucap Moyes dikabarkan dari salah satu sumner, hari Minggu, tanggal 18 september malam.