Gattuso Bicara Tegas Soal Rasisme Sepak Bola

Gennaro Gattuso berbicara soal masalah yang terus dan sulit untuk dihilangkan dalam dunia sepak bola. Pelatih AC Milan ini, mencoba memberikan sikap tegas terkait kasus rasisme di sepak bola. Gattuso ingin pertandingan dihentikan ketika terjadi kasus rasisme pada pemain yang bertanding.

Salah satu bukti nyata bahwa sikap rasisme itu masih ada adalah ketika pemain belakang Napoli, Kalidou Koulibaly yang mendapatkan perlakuan buruk tersebut. Pemain asal Senegal tersebut mendapat ejekan bernada rasisme dari para pendukung Inter Milan.

Bisa dibuktikan ketika Napoli bertandang ke markas Inter Milan. Menjalani pekan ke-18 Serie A Italia, pertandingan itu pun mendapatkan banyak sorotan negatif karena fans tuan rumah memperlihatkan contoh yang sangat buruk.

Atas kejadian itu, pihak Inter pun siap mendapatkan sanksi tegas dari Federasi Sepak bola Italia. Terlepas dari catatan nyata itu, Gattuso ingin pertandingan sepak bola dihentikan jika terjadi kasus rasisme di dalamnya.

Jelas saja jika Gattuso menolak semua tindakan rasisme, dan sangat sepakat dengan apa yang sebelumnya dikatakan oleh pelatih Napoli, Carlo Ancelotti.

“Saya merasa sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Carlo Ancelotti. Jelas saja, kita bukan satu-satunya negara di mana rasisme terjadi. Lihat juga di Inggris, di mana peradaban olah raganya sudah maju. Saya pikir sudah waktu sebuah pertandingan berhenti [saat terjadi rasisme],” cetus Gattuso.

“Kita harus berubah menjadi lebih baik, ingat sebentar lagi masuk pada tahun baru 2019. Sudah terlalu sering kami mendapati empat orang bodoh yang memulai nyanyian [rasis] di sini,” tutupnya.

Adapun Gattuso tak sungkan untuk berbagi kisah perihal perjalanan AC Milan. Dimana mantan klub nya tersebut, sedang mengalami masalah. Lima laga beruntun tanpa kemenangan. Milan pun hanya mampu mencetak satu gol. Gattuso sendiri merasa ada masalah mental kepercayaan diri dari anak asuhnya.

“Kesalahan tak pernah berhenti, sekarang bagaimana harus memperbaikinya dan membuat Anda siap lagi. Akhir-akhir ini peluang menang 50:50, saya pikir ini masalah mental. Saya pikir rasa takut mengendalikan kita,” lanjut Gattuso.